Jumat, 27 Desember 2013

Ibu Hamil Jangan Ragu Makan Kacang


Konsumsi kacang-kacangan selama masa kehamilan bukan saja bermanfaat untuk meningkatkan asupan gizi ibu hamil, melainkan juga dapat menekan risiko anak yang dilahirkan dari alergi kacang..

Menurut hasil penelitian, anak berisiko lebih rendah mengalami alergi kacang jika ibu rutin mengkonsumsi panganan kaya protein tersebut di masa kehamilan. Para peneliti menambahkan, konsumsi kacang juga tidak akan membahayakan janin dalam kandungan.

Riset ini juga bertentangan dengan anjuran kepada ibu hamil untuk menghindari kacang, terutama bila ada riwayat alergi seperti eksim atau asma. Hal ini dikarenakan kekhawatiran sang bayi akan mengalami sensitivitas terhadap kacang. Satu dari tujuh orang yang sensitif terhadap kacang pada akhirnya mengalami alergi.

Namun kini sebagian dokter menilai, kacang-kacangan bukanlah ancaman bagi para ibu hamil, terutama pada mereka yang tidak memiliki alergi kacang.

Dalam riset terbaru, para peneliti melibatkan 8.205 anak. Sebanyak 308 responden mengalami alergi makanan, dengan 140 orang di antaranya alergi terhadap kacang-kacangan. Kacang-kacangan ini antara lain almond, cashew, hazelnut, dan pistachio.

Hasil penielitian yang dimuat jurnal JAMA Pediatrics itu menunjukkan, anak yang ibunya mengkonsumsi kacang lima kali per minggu atau lebih, berisiko terendah mengalami alergi.

Menurut pimpinan riset, Lindsay Frazier dari Dana-Farber Children’s Cancer Center, Boston, Amerika, riset ini mendukung hipotesis yang menyatakan, paparan alergen pertama kali meningkatkan kecenderungan untuk toleran. Paparan ini menekan kemungkinan risiko alergi makanan saat belum dewasa.

Hal senada diungkapkan Ruchi Gupta dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Chicago. Menurutnya, wanita tidak seharusnya menjalani diet ketat selama masa kehamilannya.

“Tentu saja wanita yang alergi kacang harus seterusnya menghindari kacang. Namun wanita yang tidak alergi sebaiknya jangan mengeluarkan kacang dari pola makannya. Kacang adalah sumber yang baik untuk protein dan asam folat. Konsumsi keduanya mencegah kecacatan tabung saraf dan sensitivitas terhadap kacang,” kata Gupta.

Namun ada pula peneliti yang meragukan hasil riset ini. “Hasil studi ini menarik, namun bertentangan dengan beberapa penelitian lain, yang menunjukkan tak ada efek dari konsumsi kacang selama kehamilan atau pun adanya potensi risiko dari peningkatan konsumsi kacang,” kata konsultan alergi anak di Guy’s and St Thomas’s NHS Foundation Trust, Adam Fox.

sumber : kompas
Read More

Selasa, 12 November 2013

Selai Kacang Sehat atau Tidak?

Selai kacang bukan sekadar olesan pada roti atau pelengkap makanan lainnya. Menurut studi terbaru, selai kacang wajib ada dalam daftar menu harian karena mengandung lemak sehat, kaya serat dan protein. Namun, jangan asal pilih selai kacang, karena tak semua produk yang beredar di pasaran memiliki kriteria selai kacang sehat ini.

Lisa D'Agrosa, RD, pakar diet, menyarankan setidaknya perhatikan empat hal berikut ini untuk bisa mengonsumsi selai kacang yang menyehatkan.

1. Kandungan minyak.
Kebanyakan selai kacang terbuat dari minyak yang terhidrogenasi. Selai kacang jenis ini memang lebih bertekstur, namun mengandung lemak trans.


Pada beberapa selai kacang, minyak ini digantikan oleh minyak kelapa sawit. Alhasil, kandungan lemak jenuhnya tinggi. 
Jadi, saat memilih selai kacang di pasaran, pastikan pada label tidak tertera tambahan minyak.

2. Gula tambahan.
Pilih juga selai kacang yang tidak mengandung gula tambahan. Pada beberapa selai kacang, terkandung 3-4 gram gula tambahan, sekitar satu sendok teh gula per dua sendok makan takaran saji selai kacang.
Gula tambahan yang terdapat pada selai kacang, biasanya tertera di label, di antaranya: tebu, sirup jarung, sirup jagung tinggi fruktosa, madu, sirup gula.

3. Murni kacang.
Selai kacang sehat adalah selai kacang yang murni mengandung kacang, dan sedikit tambahan garam. Kandungan garam juga sebaiknya tak lebih dari 125 mg per saji.

4. Kandungan lemak.
Selaih kacang mengandung lemak sehat, namun pada beberapa produk, lemak sehat ini digantikan oleh gula dan tepung. Selain lemak sehat tergantikan, penghematan kalori pun terabaikan.

sumber : kompas
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Artikel

Memuat...